
Jakarta - FIFA mengingatkan kompetensi-kompetensi domestik untuk tak gegabah dalam melanjutkan kembali musim. Kesehatan dan keamanan harus menjadi prioritas nomor satu di tengah polemik virus COVID-19 ( corona ) saat ini.
Pandemi virus Corona membuat kompetensi-kompetensi olahraga di seluruh dunia terhenti.
Di sepakbola, liga-liga top Eropa dan turnamen bergengsi seperti Liga Champions dan Liga Eropa ditaguhkan, sementara Piala Eropa dan Copa America ditunda setahun.
Terkait penangguhan kompetensi, liga-liga domestik semakin khawatir apakah musim bisa dilanjutkan. Sebab waktu yang tersedia untuk menuntaskan kompetensi semakin mepet dan berpotensi menganggu jadwal musim depan, sementara belum diketahui kapan wabah COVID-19 ini akan selesai.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengimbau agar tak ada yang buru-buru melanjutkan musim. Ia cuma menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan semua orang adalah yang utama.
Infantino menilai bahwa saat ini yang mesti diutamakan adalah aspek kesehatan menyusul virus corona yang tengah mewabah. Worldometers mencatat, hingga kini sudah ada 1,607,595 kasus positif corona di seluruh dunia.
"Prioritas utama dan prinsip yang kami terapkan di setiap kompetisi, dan kami juga meminta semua orang untuk mengikutinya, adalah mendahulukan aspek kesehatan. Tidak ada pertandingan, tidak ada kompetensi, tidak ada liga yang sepadan dengan satupun nyawa manusia. Lebih baik menunggu sedikit lebih lama ketimbang mengambil resiko." ujar Infantino dikutio BBC
"Saya tak bisa bergenti menakankan ini. Prioritas kita, prinsip kita satu hal yang akan kami pakai untuk kompetensi dan mendorong semua orang agar mengikutinya adalah bahwa kesehatan nomor satu."
Kecuali Liga Belarusia, semua liga di Eropa tengah ditangguhkan. Kabar terkini menyebut bahwa Bundesliga akan jadi kompetensi pertama di Eropa yang akan kembali bergulir, tepatnya pada awal Mei, meski secara tertutup.
Bayern Muenchen sebagai salah satu konsestan bahkan sudah mulai mempersiapkan diri mereka. Per senin (6/4/2020), skuat asuhan Hansi Flick tersebut telah menggelar latihan tatap muka di Sabener Strasse, Jerman.
Jerman sendiri merupakan negara yang cukup baik dalam penanganan corona. Terbukti angka kematian mereka akibat virus tersebut paling kecil (2.607) diantara delapan negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di dunia.
Di sisi lain, pihak Bayern mengklaim bahwa mereka telah berkoordinasi dengan otoritas setempat. Walau begitu, ucapan Infantino tadi secara tegas melarang kompetensi mana pun untuk dilanjutkan dalam waktu dekat.
"Semua orang di dunia mesti mengingatnya dengan jelas dipikiran. Akan lebih dari sekedar tidak bertanggung jawab untuk memaksakan kompetensi dilanjutkan kalau keadaan tidak 100% aman".
"Kalau sepekbola bisa menggelar diskusi di mana semua orang berkontribusi positif, dan mendahulukan kepentingan global ketimbang kepentingan satu individu, saya yakin masa depan kita akan lebih baik dari masa sebelumnya. Kita akan lebih siap untuk masa-masa ke depan," tambahnya
Terlepas dari itu, FIFA tetap mendukung agar kompetensi musim ini benar-benar dituntaskan. Mereka bahkan menyesuaikan jadwal bursa transfer di seluruh liga untuk mengakomodasi situasi hal tersebut.




0 Komentar